<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HKMN Suryasumirat</title>
	<atom:link href="http://www.hkmn-suryasumirat.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hkmn-suryasumirat.com</link>
	<description>Himpunan Kerabat Keluarga Mangkunegaran</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Dec 2008 04:08:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Mukadimah pertama</title>
		<link>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/07/mukadimah-pertama/</link>
		<comments>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/07/mukadimah-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 04:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[HKMN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hkmn-suryasumirat.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[MUKADIMAH Terdorong oleh keinsjafan bersandar atas kesadaran, bahwa kemerdekaan dan kedaultan jang telah kita tjapai ini hanja dapat bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa, apabila kemerdekaan dan kedaulatan tadi dapat melaksanakan kesedjahteraan dan kemakmuran bagi rakjat dan Negara bahwa kesedjahteraan dan kemakmuran ini akan dapat tertjapai dengan djalan pembangunan masjarakat dan Negara lahir dan batin. bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MUKADIMAH</strong></p>
<p>Terdorong oleh keinsjafan bersandar atas kesadaran, bahwa kemerdekaan dan kedaultan jang telah kita tjapai ini hanja dapat bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa, apabila kemerdekaan dan kedaulatan tadi dapat melaksanakan kesedjahteraan dan kemakmuran bagi rakjat dan Negara bahwa kesedjahteraan dan kemakmuran ini akan dapat tertjapai dengan djalan pembangunan masjarakat dan Negara lahir dan batin.</p>
<p>bahwa tiap2 Warga Negara berwadjib ikut serta dalam pembangunan tersebut.</p>
<p>bahwa hasrat untuk ikut membangun itu dapat dipupuk serta diaktiveer setjara praktis dan teratur, apabila di tiap2 daerah diadakan suatu himpunan pembangunan.<br />
<span id="more-15"></span><br />
bahwa himpunan pembangunan ini hanja dapat berdjalan dengan seksama dan dapat diharapkan akan mentjapai hasil jang se-besar2nja dan sebaik &#8211; baiknja, apabila himpunan ini disandarkan atas dasar gotong &#8211; rojong dan kekeluargaan terlepas dari tiap 2 partai atau golongan egoisme, sehingga tiap &#8211; tiap anggauta merasa sebagai anggauta masjarakat bekerdja dengan tulus ichlas untuk kepentingan bersama, jalah untuk kepentingan &#8211; rakjat, masjarakat dan Negara.</p>
<p>bahwa kita merasa berwadjib pula untuk memfi&#8217;ilkan kewadjiban jang oleh sedjarah dibebankan sebagai tanggungan kita jalah pembangun daerah masjarakat Kerabat Mangkunagaran sebagai bagian dari masjarakat Kerabat Mangkunagaran sebagai bagian dari masjarakat Negara R.I., selaras dengan perubahan zaman dengan memakai pedoman hidup Negara jalah Pantjasila.</p>
<p>Maka berdasarkan atas hal2 tsb.diatas kita mendirikan suatu organisasi pembangunan dengan nama : Himpunan Kerabat Mangkunagaran, dengan memakai dasar-2 jang timbul dari dasar &#8220;Budi luhur&#8221;, suatu dasar jg didalam perkembangan sedjarah Mangkunagaran mendjadi dasar tabiat masjarakat Mangkunagaran.</p>
<p>ket : Anggaran Dasar pertama HKMN tahun 1950 diperbarui 1970</p>
<p><img src="/gambar/mukadimah-hkmn.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/07/mukadimah-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Struktur Organisasi</title>
		<link>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/struktur-organisasi/</link>
		<comments>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/struktur-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 22:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[HKMN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hkmn-suryasumirat.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[BAGAN STRUKTUR ORGANISASI HIMPUNAN KERABAT MANGKUNAGARAN SURYASUMIRAT TATA HUBUNGAN HIMPUNAN KERABAT, YAYASAN DAN PURO Fungsi Kelembagaan Himpunan Kerabat adalah satu-satunya wadah yang menghimpun Kerabat Mangkunagaran, bertujuan mempersatukan Kerabat untuk turut serta mewujudkan cita &#8211; cita bangsa, guna meningkatkan meningkatkan kesejahteraan bersama secara adil. Himpunan Kerabat berfungsi sebagai sarana pemersatu untuk membina anggota, guna melestarikan, mengembangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>BAGAN STRUKTUR ORGANISASI<br />
HIMPUNAN KERABAT MANGKUNAGARAN  SURYASUMIRAT</strong></p>
<p>TATA HUBUNGAN HIMPUNAN KERABAT, YAYASAN DAN PURO<br />
<span id="more-8"></span><br />
Fungsi Kelembagaan</p>
<ol>
<li>Himpunan Kerabat adalah satu-satunya wadah yang menghimpun Kerabat  Mangkunagaran, bertujuan mempersatukan Kerabat untuk turut serta mewujudkan cita  &#8211; cita bangsa, guna meningkatkan meningkatkan kesejahteraan bersama secara adil.  Himpunan Kerabat berfungsi sebagai sarana pemersatu untuk membina anggota, guna  melestarikan, mengembangkan dan mewariskan identitas Budaya Luhur untuk  disumbangkan kepada Pembangunan Budaya Nasional Indonesia.</li>
<li>Yayasan Suryasumirat adalah Badan Hukum yang memperoleh pengalihan sebagian  Kekayaan Dana Milik Mangkunagaran dan Pemerintah R.I. dengan maksud agar  sebagian Kekayaan Dana tersebut dikelola dengan sebaik-baiknya untuk menunjang  pengembangan dan pelestarian Budaya Khas Mangkunagaran, serta pemanfaatannya  bagi pengembangan Pariwisata pada umumnya. Yayasan Suryasumirat berfungsi  sebagai penyandang Dana bagi kegiatan Puro dan Himpunan Kerabat Mangkunagaran.</li>
<li>Puro Mangkunagaran adalah suatu Lembaga Pusat Budaya Nilai &#8211; nilai Tradisi  dan Adat Mangkunagaran, yang dipimpin oleh seorang Pengageng Puro dibantu oleh  Kepaniteraan, Kabupaten Mondropuro, Kabupaten Reksobudoyo, dan Kawedanan Wedono  Satrio. Puro Mangkunagaran disamping sebagai tempat kedudukan Kepala Keluarga  Mangkunagaran juga berfungsi sebagai pusat kegiatan penelitian dan pengembangan  budaya, nilai &#8211; nilai dan tradisi serta adat khas Mangkunagaran dan berkedudukan  di kota Surakarta.</li>
<li>Dewan Pertimbangan dan Pengawasan HKMN Suryasumirat bertugas untuk  memberikan pertimbangan kepada Pengurus HKMN Suryasumirat Pusat baik diminta  maupun tidak dalam menetapkan kebijaksanaan umum dan pengambilan keputusan untuk  pemecahan masalah yang penting dan mendesak. Dewan Pertimbangan dan Pengawasan  HKMN Suryasumirat juga berwenang untuk mengawasi intern terhadap kebijaksanaan  organisasi yang dijalankan oleh Pengurus HKMN Suryasumirat Pusat dalam rangka  menyelenggarakan Program Umum yang ditetapkan oleh MUNAS dengan memperhatikan  AD/ART untuk mewujudkan tujuan organisasi.</li>
</ol>
<p><img src="/gambar/struktur.gif"></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/struktur-organisasi/" title="hkmn suryosumirat">hkmn suryosumirat</a></li><li><a href="http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/struktur-organisasi/" title="struktur organisasi himpunan">struktur organisasi himpunan</a></li><li><a href="http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/struktur-organisasi/" title="suryasumirat">suryasumirat</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.553 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/struktur-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Kerja</title>
		<link>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/program-kerja/</link>
		<comments>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/program-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 22:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[HKMN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hkmn-suryasumirat.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[PROGRAM KERJA I. BIDANG UMUM 1. Sarana Mengidentifikasi dan menginventarisasi sarana khususnya yang menunjang pusat kebudayaan Mangkunagaran dan meneliti kondisinya / keadaannya untuk kemudian menyarankan pengadaan dan atau pemutakhiran (up dating) dalam Program Kerja Tahunan 2. Prasarana Menginventarisasi prasarana seluruh Puro untuk diketahui kondisi atau keadaannya untuk kemudian dibuatkan rencana perbaikannya (renovasi) guna dilaksanakannya secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROGRAM KERJA</strong></p>
<p>I. BIDANG UMUM</p>
<table border="0" cellspacing="3" cellpadding="3" width="90%">
<tbody>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>1.</div>
</td>
<td>Sarana</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30"></td>
<td>Mengidentifikasi dan menginventarisasi sarana khususnya yang menunjang pusat  kebudayaan Mangkunagaran dan meneliti kondisinya / keadaannya untuk kemudian  menyarankan pengadaan dan atau pemutakhiran (up dating) dalam Program Kerja  Tahunan</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>2.</div>
</td>
<td>Prasarana</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30"></td>
<td>Menginventarisasi prasarana seluruh Puro untuk diketahui kondisi atau  keadaannya untuk kemudian dibuatkan rencana perbaikannya (renovasi) guna  dilaksanakannya secara bertahap, mengingat Puro adalah aset yang terpenting dan  terbesar nilainya untuk dilestarikan demi kelanjutan sejarah budaya  Mangkunagaran</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>3.</div>
</td>
<td>Tata Laksana</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30"></td>
<td>Untuk kehidupan dan kelanggengan Puro sebagai Pusat Budaya dengan seluruh  aparat dan jajarannya, diperlukan suatu tata laksana yang teratur dan tertib  dimana tiap tugas pokok, fungsi, wewenang dan tanggung jawabnya diuraikan dengan  jelas dan terperinci (job description and standing operation  procedure).</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span id="more-6"></span>II. BIDANG PERBENDAHARAAN</p>
<p>Untuk menunjang kegiatan organisasi HKMN Suryasumirat, maka perbendaharaan  Himpunan Kerabat perlu dilipatgandakan sumber dananya melalui :</p>
<ol>
<li>Peningkatan dan penggalakkan Iuran Anggota Kerabat</li>
<li>Peningkatan sumbangan yang sah dan tidak mengikat</li>
<li>Penggalian dana dari badan usaha yang sah</li>
<li>Peningkatan pendapatan dari segi kepariwisataan yang diselenggarakan bersama  antara HKMN Suryasumirat dengan Puro Mangkunagaran oleh dan di Puro  Mangkunagaran, serta aset &#8211; aset Mangkunagaran lainnya</li>
<li>Penyaluran dana dari Yayasan Suryasumirat perlu diperlancar</li>
<li>Mengusahakan dapatnya dana milik Mangkunagaran baik yang berupa Valas,  Rupiah, maupun surat &#8211; surat berharga dapat dikelola/dikuasi oleh Yayasan  Suryasumirat guna meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota Kerabat  Mangkunagaran. Untuk itu kiranya dapat dibentuk PANITIA AD HOC</li>
</ol>
<p>III. BIDANG ORGANISASI DAN PEMBINAAN</p>
<table border="0" cellspacing="3" cellpadding="3" width="90%">
<tbody>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>1.</div>
</td>
<td>Tertib Organisasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30"></td>
<td>Struktur Organisasi HKMN Suryasumirat yang dalam periode xxxx &#8211; xxxx  pelaksanaannya dan penerapannya kurang mulus dan mengalami kendala, perlu  ditinjau kembali dan disempurnakan.</p>
<p>Hal ini menyangkut perubahan AD/ART yang perlu disesuaikan dengan ketentuan  yang tercantum dalam Undang &#8211; Undang No. 8 Tahun 1985, Peraturan Pemerintah No.  18 Tahun 1986 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri R.I. No. 5 Tahun 1986</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>2.</div>
</td>
<td>Menjadikan HKMN Suryasumirat sebagai satu &#8211; satunya wadah tunggal  kekerabatan di dalam keluarga besar Mangkunagaran</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>3.</div>
</td>
<td>Pembinaan Anggota dan Peningkatan Kesadaran</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30"></td>
<td>Pembinaan dan peningkatan kesadaran anggota dilakukan melalui penerbitan  mass media cetak/ dan lainnya (radio atau TV) agar terjalin keakraban dan  kesatuan bangsa.</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>4.</div>
</td>
<td>Memprioritaskan konsentrasi pembinaan generasi penerus melalui Bidang  Kepemudaan</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>5.</div>
</td>
<td>Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para wanita  Mangkunagaran</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>IV. BIDANG KESEJAHTERAAN</p>
<ol>
<li>Usaha
<ol type="a">
<li>HKMN Suryasumirat memiliki suatu usaha melalui Yayasan Suryasumirt di bidang  bisnis perhotelan yaitu PT. HOTEL DANA PERMAI yang mengelola Hotel Dana Sala.  Usaha ini perlu dikembangkan secara profesional untuk ditingkatkan pemasarannya  / promosinya di luar Surakarta. Untuk meningkatkan modal kerjanya diusahakan  dengan penjualan sahamnya kepada anggota kerabat yang berminat.</li>
<li>Menggalakkan promosi / pemasaran pagelaran Seni Budaya Mangkunagaran secara  nasional maupun internasional</li>
<li>Menginventarisasikan dan mendaftarkan para pengusaha anggota kerabat HKMN  Suryasumirat agar masing &#8211; masing saling mengenal dan saling membantu</li>
<li>Meningkatkan Rukun Pralenan untuk dapat dilaksanakan di Cabang &#8211; Cabang HKMN  Suryasumirat sebagai upaya pemupukan Dana Santunan Sosial.</li>
</ol>
</li>
<li>Koperasi
<ol type="a">
<li>Membentuk koperasi di lingkungan HKMN Suryasumirat pada tingkat Cabang dan  Ranting yang belum ada koperasinya dan perlu mengembangkan mutu dan kemampuannya</li>
<li>Koperasi &#8211; koperasi yang telah ada agar peranannya makin meningkat dalam  melayani kebutuhan anggota keluarga kerabat.</li>
<li>Meningkatkan kualitas koperasi sebagai badan hukum</li>
<li>Meningkatkan peranan koperasi di tiap &#8211; tiap Cabang, selanjutnya membangun  ruang pameran untuk memajang / memamerkan hasil &#8211; hasil usaha koperasi yang  berkualitas ekspor</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>V. BIDANG SOSIAL DAN BUDAYA</p>
<table border="0" cellspacing="3" cellpadding="3" width="90%">
<tbody>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>1.</div>
</td>
<td>Pendidikan Umum</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30"></td>
<td>Memberikan pendidikan umum yang mengarah pada memberi dorongan bagi para  pemuda kerabat Mangkunagaran untuk menghayati dan mencintai budaya daerah, dan  khususnya budaya Mangkunagaran agar memiliki kemampuan melestarikan dan  mengembangkan budaya tersebut dalam segala aspek dan manifestasinya untuk  kemudian disumbangkan kepada Budaya Nasional</p>
<p>Apabila situasi dan kondisi memungkinkan, perlu diusahakan berdirinya  Universitas Samber Nyawa sebagai sumbangan kepada pendidikan umum nasional pada  umumnya</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>2.</div>
</td>
<td>Penggalian, Pelestarian dan Pengembangan Budaya Mangkunagaran</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30"></td>
<td>Penggalian Budaya Jawa Mangkunagaran yang memiliki identitas tersendiri,  wajib dilestarikan dan dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan tuntutan zaman  dan dalam situasi dan kondisi yang berubah. Perlunya diterbitkan cerita  bergambar perjuangan Pangeran Samber Nyawa dan apabila memungkinkan dapat  dibangun suatu Museum Mangkunagaran.</td>
</tr>
<tr>
<td width="20"></td>
<td width="30">
<div>3.</div>
</td>
<td>Meningkatkan dan mengembangkan Museum  Mangkunagaran</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>VI. PEMANFAATAN PURO MANGKUNAGARAN SEBAGAI PUSAT BUDAYA</p>
<ol>
<li>Puro Mangkunagaran mempunyai fungsi sebagai Pusat Penelitian dan  Pengembangan (Litbang) Budaya Mangkunagaran, karena disitu terdapat sarana dan  prasarana yang memadai untuk latihan maupun pementasan / peragaan berbagai  kegiatan budaya seperti : Seni Tari, Seni Suara, Seni Karawitan, Seni Pedalangan  dan lain sebagainya di samping tersedianya Rekso Pustoko (Perpustakaan Sastra  Jawa) yang cukup lengkap. Pemanfaatan Puro dalam rangka promosi kepariwisataan  melalui penyajian hidangan khas Surakarta dilanjutkan dengan Seni Tari perlu  ditingkatkan dan dikembangkan.</li>
<li>Meningkatkan industri pariwisata Mangkunagaran dengan kemungkinan kerjasama  dengan pihak ketiga</li>
</ol>
<p>VII. PERANAN YAYASAN SURYASUMIRAT</p>
<p>Sebagai wadah untuk menghimpun dana dari berbagai sumber yang sah untuk  kemudian disalurkan kepada HKMN Suryasumirat dan Keluarga Mangkoenagoro termasuk  Puro Mangkunagaran untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan  seadil-adilnya.</p>
<p>Disamping itu juga merupakan sarana pengerah dana yang berasal dari berbagai  sumber yang sah untuk dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan bagi kegiatan HKMN  Suryasumirat dan Keluarga Mangkoenagoro termasuk Puro Mangkunagaran yang telah  diprogramkan sesuai AD/ART-nya.</p>
<p>VIII. PENINGKATAN SARANA KOMUNIKASI DAN INFORMASI</p>
<p>Buletin &#8220;SULUH SURYASUMIRAT&#8221; yang selama ini merupakan media komunikasi dalam  lingkungan terbatas akan ditingkatkan peranannya sebagai Sarana Pembinaan  Persatuan dan Kesatuan, Komunikasi dan Informasi bagi segenap jajaran organisasi  HKMN Suryasumirat dan dengan fihak lain yang selaras</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/program-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang HKMN</title>
		<link>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/tentang-hkmn/</link>
		<comments>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/tentang-hkmn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 22:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[HKMN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hkmn-suryasumirat.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Latar Belakang Himpunan Kerabat Mangkunagaran Suryasumirat atau disingkat dengan HKMN Suryasumirat merupakan satu &#8211; satunya wadah yang menghimpun Kerabat Mangkunagaran bertujuan mempersatukan Kerabat untuk turut serta mewujudkan cita &#8211; cita bangsa, guna meningkatkan kesejahteraan bersama secara adil. HKMN Suryasumirat berfungsi sebagai sarana pemersatu untuk membina anggota, guna melestarikan, mengembangkan dan mewariskan identitas Budaya Leluhur untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Latar Belakang</strong></p>
<p>Himpunan Kerabat Mangkunagaran Suryasumirat atau disingkat dengan HKMN  Suryasumirat merupakan satu &#8211; satunya wadah yang menghimpun Kerabat  Mangkunagaran bertujuan mempersatukan Kerabat untuk turut serta mewujudkan cita  &#8211; cita bangsa, guna meningkatkan kesejahteraan bersama secara adil.</p>
<p>HKMN Suryasumirat berfungsi sebagai sarana pemersatu untuk membina anggota,  guna melestarikan, mengembangkan dan mewariskan identitas Budaya Leluhur untuk  disumbangkan kepada Pembangunan Budaya Nasional Indonesia.</p>
<p>HKMN Suryasumirat didirikan pada tahun 1946 dan berkedudukan Pusat di  Surakarta. HKMN Suryasumirat berazaskan Pancasila dan memiliki sifat  kekeluargaan yang bersendikan nilai &#8211; nilai luhur budaya Mangkunagaran.</p>
<p><span id="more-4"></span><strong>Tujuan Himpunan</strong></p>
<p>HKMN Suryasumirat bertujuan :</p>
<ol>
<li>Membina Anggota Himpunan Kerabat menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang  berjiwa Pancasila dalam turut serta mewujudkan tujuan nasional dan cita &#8211; cita  bangsa seperti dimaksud dalam Undang &#8211; Undang Dasar 1945.</li>
<li>Membina Anggota Kerabat dalam persatuan dan kesatuan untuk meningkatkan  kesejahteraan bersama.</li>
<li>Melestarikan, mengembangkan dan mewariskan identitas Budaya Mangkunagaran  guna disumbangkan kepada pembangunan Budaya Nasional</li>
</ol>
<p><strong>Keanggotaan HKMN Suryasumirat</strong></p>
<p>Yang dapat menjadi anggota HKMN Suryasumirat merupakan :</p>
<ol>
<li>Trah dengan atau karena ikatan perkawinan dengan Trah Sri Paduka  Mangkoenagoro I dan seterusnya</li>
<li>Trah dengan atau karena ikatan perkawinan dengan Trah Punggawa Baku Sri  Paduka Mangkoenagoro I</li>
<li>Tidak memiliki hubungan trah seperti dimaksud sebelumnya namun telah berjasa  terhadap HKMN Suryasumirat</li>
</ol>
<p><strong>Tri Dharma HKMN Suryasumirat</strong></p>
<ol>
<li>Rumangsa Melu Handarbeni</li>
<li>Wajib Melu Hanggondeli</li>
<li>Mulat Sarira Hangrasa Wani</li>
</ol>
<p><strong>Lambang HKMN Suryasumirat</strong></p>
<p>logo.jpg</p>
<ol>
<li>Lukisan / Gambar, Tulisan dan Tata Warna
<ol type="a">
<li>Pada lambang HKMN Suryasumirat terlukis tumbuhnya pohon teratai yang  memiliki 16 (enam belas) Kubus, ditopang oleh 18 (delapan belas) helai akar.  Pohon teratai dalam pertumbuhannya memiliki 40 (empat puluh) lembar daun dan  bunga &#8211; bunga yang sedang mekar. Setiap bunga &#8211; bunga mempunyai 32 (tiga puluh  dua) daun bunga. Warna bunga dan kudup adalah &#8220;Putih&#8221;. Warna daun adalah &#8220;Hijau  Tua&#8221;. Warna akar adalah &#8220;Coklat Tua&#8221;.</li>
<li>Ditengah-tengah lukisan huruf M.N. yang memancarkan 72 (tujuh puluh dua)  batang cahaya yang mengarah ke seluruh penjuru angin.</li>
<li>Dibawah lambang terdapat pita berlekuk 3 (tiga), yang masing &#8211; masing lekuk  berisi tulisan yang merupakan &#8220;MOTTO dari HKMN Suryasumirat&#8221;. Pada pita lekuk  sebelah kiri, berisi tulisan &#8220;Rumangsa Melu Handarbeni&#8221;. Pada pita lekuk sebelah  tengah, berisi tulisan &#8220;Wajib Melu Hanggonedeli&#8221;. Pada pita lekuk sebelah kanan,  berisi tulisan &#8220;Mulat Sarira Hangrasa Wani&#8221;. Warna Dasar Pita adalah &#8220;Putih&#8221;.  Warna Tulisan adalah &#8220;Merah&#8221;. Warna Garis Pinggiran Pita adalah &#8220;Merah&#8221;.</li>
<li>Warna Dasar Lambang adalah &#8220;Hijau Muda&#8221;.</li>
</ol>
</li>
<li>Arti dan Maknanya
<ol type="a">
<li>KUDUP teratai berjumlah 16 (enam belas) buah mengungkapkan bahwa Raden Mas  Said baru berusia 16 tahun pada waktu beliau meninggalkan Kraton Kartosuro untuk  memulai perjuangannya pada tahun 1741 (tahun Jawa:Jimawal &#8211; 1666).</li>
<li>AKAR berjumlah 18 (delapan belas) mengingatkan kita, bahwa pada waktu Raden  Mas Said meninggalkan Kraton Kartosuro, beliau diikuti oleh 18 (delapan belas)  orang mitra setia yang dapat dipercaya dan tatak-tangguh-tanggon, serta selau  berada di samping Gustinya sampai perjuangan selesai.</li>
<li>DAUN BUNGA dari kudup-kudup bunga yang mekar berjumlah 32 (tiga puluh dua)  melambangkan usia Raden Mas Said sewaktu dinobatkan menjadi Mangkoenagoro I,  yaitu pada tahun 1757 M (Jawa : Jimakir &#8211; 1683), yang merupakan tahun berdirinya  Praja Mangkunagaran pula.</li>
<li>PERTUMBUHAN 40 (empat puluh) lembar daun bersamaan dengan mekarnya bunga  teratai menyatakan bahwa KGPAA Mangkoenagoro I bertahta selama 40 tahun yaitu  mulai tahun Jimakir 1683 sampai dengan Jimakir 1774 (Tahun Masehi 1757-1797)  sementara jumlah Punggawa Baku dalam perjuangan berkembang dari 18 (delapan  belas) orang menjadi 40 (empat puluh) orang.</li>
<li>HURUF M.N. ditengah &#8211; tengah lukisan adalah singkatan dari Mangkoenagoro  atau Mangkunagaran adalah nama Yang Jumeneng dan nama Prajanya, hasil perjuangan  pangeran Samber Nyowo selama 16 (enam belas) tahun dengan dibantu oleh para  Punggawa Baku dan Rakyat yang mendukungnya.</li>
<li>CAHAYA BERWUJUD 72 (tujuh puluh dua) batang sinar yang menerangi serta  meliputi seluruh penjuru angin Praja menjelaskan bahwa KGPAA Mangkoenagoro  dikaruniai usia panjang yaitu 72 (tujuh puluh dua) tahun. Beliau mangkat pada  tahun Jimakir 1772 (Masehi: 28 Desember 1797) dan meninggalkan Praja  Mangkunagaran sebagai bukti kemampuan asli Indonesia. Dalam bermasyarakat dan  bertahta praja secara berbudaya, yang identitasnya menjadi warisan bagi anak  cucu dan kerabatnya.</li>
<li>MOTTO atau SEMBOYAN HKMN Suryasumirat yang berbunyi RUMANGSA MELU  HANDARBENI, WAJIB MELU HANGGONDELI, MULAT SARIRA HANGRASA WANI. Adalah merupakan  pedoman, semboyan, pegangan hidup, falsafah yang dicanangkan oleh Almarhum  Pangeran Samber Nyowo / M.N. I yang mempunyai arti bahwa untuk dapat mencapai  serta mewujudkan cita &#8211; cita luhur kerabat diperlukan adanya persatuan dan  kesatuan antara yang memimpin dan yang dipimpin (HANEBU SAK UYUN), yaitu adanya  ikut Handerbeni serta ikut bertanggung jawab, berani wawas diri serta adanya  tekad dan semangat sehidup semati, senasib, sepenanggungan diantara para Kerabat  (Tiji Tibeh).</li>
<li>Warna &#8220;Hijau&#8221; melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Warna &#8220;Kuning&#8221;  melambangkan keluhuran dan kejayaan. Warna &#8220;Putih&#8221; melambangkan kesucian,  kejujuran dan ketulusan.Warna &#8220;Merah&#8221; melambangkan keberanian dan ketegasan.  Warna &#8220;Coklat&#8221; melambangkan keteguhan dan kemantapan.</li>
</ol>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/12/01/tentang-hkmn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Mangkunegara, Paku Buwono &amp; Jokowi</title>
		<link>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/10/03/antara-mangkunegara-paku-buwono-jokowi/</link>
		<comments>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/10/03/antara-mangkunegara-paku-buwono-jokowi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 01:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/10/03/antara-mangkunegara-paku-buwono-jokowi/</guid>
		<description><![CDATA[Kota Solo pada tanggal 17 Februari 2008, genap berumur 263 tahun. Dalam rentang waktu sekian abad itu, ternyata ada pemimpin di Kota Bengawan yang mempunyai karakter serupa dalam membangun kota dan mampu melayani masyarakatnya. Menurut Jim Laub (1999), servant leader (pemimpin yang melayani) mempunyai karakteristik antara lain: menghargai orang lain dengan mendengarkan dan mempercayainya, memberdayakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Solo pada tanggal 17 Februari 2008, genap berumur 263 tahun. Dalam rentang waktu sekian abad itu, ternyata ada pemimpin di Kota Bengawan yang mempunyai karakter serupa dalam membangun kota dan mampu melayani masyarakatnya.<br />
<span id="more-55"></span></p>
<p>Menurut Jim Laub (1999), servant leader (pemimpin yang melayani) mempunyai karakteristik antara lain: menghargai orang lain dengan mendengarkan dan mempercayainya, memberdayakan orang lain dengan keteladanan, membangun komunitas yang menghargai perbedaan, membangun autentisitas melalui integritas dan kepercayaaan, memberikan perspektif masa depan dan mengambil inisiatif, dan berbagi kepemimpinan untuk membentuk visi bersama.</p>
<p><span id="more-3"></span>Keenam karakteristik itu agak sesuai dengan model kepemimpinan Mangkunegara VII (1816-1944) dan Paku Buwono X (1893-1939). Pada hakekatnya, jabatan adalah sebuah tanggung jawab dan dari tanggung jawab ini dituntut agar setiap pemimpin berusaha memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang dipimpinnya.</p>
<p>Apabila kita membuka blue print sejarah Kota Solo, akan diketahui bahwa cikal bakal masyarakat Solo merupakan campuran antara masyarakat agraris dan pedagang. Agraris karena daerah di sekitarnya merupakan wilayah pertanian, sedangkan perdagangan karena didukung oleh keberadaan Sungai Bengawan Solo yang menjadi jalur perdagangan (bandar Semanggi, Beton, Nusupan, dan Laweyan). Perpindahan Keraton Kartasura ke Surakarta tahun 1745, akhirnya mengubah Desa Sala menjadi kotaraja. Sejak itu, kehidupan masyarakat Solo sarat dengan dinamika sosial-budaya dan keterbukaan jalur antardaerah Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten). Lambat laun, Solo menjadi kota yang ramai. Pada masa Mangkunegara VII dan Paku Buwono X, pembangunan kota mencapai puncaknya. Kedua raja ini saling berlomba-lomba menyulap wilayahnya demi terpenuhi kebutuhan rakyat.</p>
<p>Dalam bidang olahraga, MN VII membangun lapangan Manahan yang amat luas untuk pacuan kuda dan kolam renang rakyat di Balekambang. Tidak mau ketinggalan, PB X membangun kolam renang di Tirtomoyo Jebres dan Stadion Sriwedari yang merupakan stadion pertama di Indonesia. Di sinilah lahir perkumpulan sepak bola Voetbal Bond Solo (embrio Persis).</p>
<p>Memiliki ruang terbuka untuk taman kota adalah dambaan tiap warga. Kota yang hijau, bersih dan tertata rapi memberikan kenyamanan bagi warganya dalam melaksanakan aktivitas. Masyarakat Mangkunegaran sangat terhibur dengan public space Partini Tuin (Balekambang), Taman Tirtonadi dan Villa Park (Banjarsari). Kemudian, PB X menghabiskan ribuan gulden membangun Kebon Rojo (Taman Sriwedari) yang dilengkapi dengan rekreasi pustaka dan zoologi. Lampu sokle menyala setiap malam selikuran untuk mengudang masyarakat datang ke Sriwedari.</p>
<p>Untuk mencegah banjir, MN VII membuat resapan air dengan menanam ratusan pohon di Balekambang dan mengoptimalkan drainase kota. Sedangkan PB X bekerjasama dengan pemerintah Belanda membangun tanggul untuk mengepung seluruh kota dan juga membuat pintu air di Demangan, agar air Bengawan Solo tidak masuk ke kota. Dua raja tersebut tidak henti-hentinya mendengarkan keinginan rakyat. Di hal pendidikan, MN VII mendirikan HIS Siswo dan sekolah dalang Pasinaon Dalang serta pendidikan lanjutan untuk anak perempuan Van Deventer School.</p>
<p>Selanjutnya, PB X mendirikan HIS Pamardi Putri, Kasatriyan dan sekolah agama “Mambaul’ Ulum”. Guna memfasilitasi kebutuhan rohani, MN VI membangun Masjid Al Wustho dan PB X membangun Masjid Agung. Sangat serius raja-raja ini memikirkan kondisi kesehatan rakyat. Buktinya, Kasunanan mendirikan rumah sakit “Panti Raga” di Kadipala, sedangkan Mangkunegaran membangun klitik “Yatna Nirmala” di sebelah barat keraton.</p>
<p>Sarana perdagangan rakyat untuk menunjang perekonomian kota, juga disentuh. Pasar Pon dan Pasar Legi direnovasi menjadi pasar modern oleh MN VII. Pasar Gede adalah peninggalan PB X yang dibangun atas bantuan arsitek Thomas Karsten tahun 1930. Kedisiplinan warga dalam bekerja dibantu dengan dipasangnya jam di depan Pasar Gede. Waktu itu, pasar merupakan simbol multikultural. Pasalnya, berbagai etnis di Solo (Jawa, China, Arab, dan Eropa) berbaur di pasar. Fasilitas umum seperti listrik, air ledeng dan sarana transportsi turut dibangun saat dua raja ini berkuasa. Tak pelak, rakyat Solo hormat sekaligus bangga pada penguasa.</p>
<p><strong> Sejarah berulang?</strong><br />
Bagaimana dengan kepemimpinan Walikota Jokowi sekarang ini? Agaknya sejarah berulang, model kepemimpinan Jokowi mirip dengan MN VII dan PB X. Banyak hal di jaman dulu yang hampir sama ditemukan di era sekarang. Pembangunan kota dilakukan demi terpenuhinya kepuasan rakyat dan merasa nyaman. Jujur, Jokowi yang telah memimpin Solo selama 3 tahun ini banyak masyarakat yang angkat topi. Ini bukan pujian belaka, tapi penilaian obyektif dari pencapaian-pencapaian yang ia lakukan.</p>
<p>Pembangunan permukiman dan kawasan bisnis baru, berakibat langsung terhadap semakin sempitnya ruang terbuka hijau di kawasan Solo. Langsung saja Jokowi beserta jajarannya tanggap, dengan memindahkan PKL dari area public space Banjarsari, revitalisasi Balekambang dan Taman Sriwedari. Semua ini dilakukan mengingat masyarakat sangat butuh ruang rekreasi dan ekspresi. Lalu, pembangunan City Walk sepanjang jalan Slamet Riyadi sebagai wahana srawung warga.</p>
<p>Alhasil, Pemkot Solo pun menyabet penghargaan terbaik kedua untuk penataan ruang kota besar dari Departemen Pekerjaan Umum (PU), sementara terbaik pertama di raih oleh Kota Padang. Di bidang ekonomi, Jokowi cukup peduli dengan revitalisasi pasar tradisional agar tidak tergerus oleh mal dan supermarket. Roh dari pasar tradisional adalah adanya interaksi sosial dalam bentuk tawar-menawar. Karena itu, di sinilah terjadi kerukunan antaretnis dan warga kota tercipta. Dunia kesenian juga diperhatikan. Misalnya, revitalisasi Wayang Wong Sriwedari dan Balekambang, menetapkan Solo sebagai Kota Keroncong, serta Solo bakal mempunyai dewan kesenian untuk mewadahi dan memfasilitasi kesenian di Solo.</p>
<p>Generasi pendahulu, seperti MN VII dan PB X telah meninggalkan karya dengan muatan sejarah budaya lokal dalam membangun kotanya. Warisan ini perlu dilindungi, dirawat, serta dimanfaatkan, selain juga menjadi sebuah contoh hasil karya masa lalu yang membanggakan. Maka, Jokowi memimpin dengan semangat Solo’s past is Solo’s future, sangatlah tepat.</p>
<p>Memang dibutuhkan kearifan dari pemimpin di Solo, untuk memahami progres semacam apa yang akan ditorehkan di saat ia memimpin Solo agar menyejarah di masa datang. Kenapa Pak Jokowi dikatakan bisa mirip MN VII dan PB X ? Dalam bekerja, beliau tidak mutung karena bingung dan mandeg karena judeg. Ia membangun kota atas dasar suara rakyat, keinginan publik. Dan, itulah yang disebut pemimpin melayani masyarakat. Terima kasih Pak Jokowi. Dirgahayu Kota Solo. (Dimuat di Joglosemar, 18 Februari 2008)</p>
<p>Ditulis oleh : <a href="http://diskusisejarah.co.cc/?p=41">Heri Priyatmoko</a></p>
<p>http://diskusisejarah.co.cc/?p=55</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hkmn-suryasumirat.com/2008/10/03/antara-mangkunegara-paku-buwono-jokowi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
