Tentang HKMN
Latar Belakang
Himpunan Kerabat Mangkunagaran Suryasumirat atau disingkat dengan HKMN Suryasumirat merupakan satu – satunya wadah yang menghimpun Kerabat Mangkunagaran bertujuan mempersatukan Kerabat untuk turut serta mewujudkan cita – cita bangsa, guna meningkatkan kesejahteraan bersama secara adil.
HKMN Suryasumirat berfungsi sebagai sarana pemersatu untuk membina anggota, guna melestarikan, mengembangkan dan mewariskan identitas Budaya Leluhur untuk disumbangkan kepada Pembangunan Budaya Nasional Indonesia.
HKMN Suryasumirat didirikan pada tahun 1946 dan berkedudukan Pusat di Surakarta. HKMN Suryasumirat berazaskan Pancasila dan memiliki sifat kekeluargaan yang bersendikan nilai – nilai luhur budaya Mangkunagaran.
Tujuan Himpunan
HKMN Suryasumirat bertujuan :
- Membina Anggota Himpunan Kerabat menjadi manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila dalam turut serta mewujudkan tujuan nasional dan cita – cita bangsa seperti dimaksud dalam Undang – Undang Dasar 1945.
- Membina Anggota Kerabat dalam persatuan dan kesatuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
- Melestarikan, mengembangkan dan mewariskan identitas Budaya Mangkunagaran guna disumbangkan kepada pembangunan Budaya Nasional
Keanggotaan HKMN Suryasumirat
Yang dapat menjadi anggota HKMN Suryasumirat merupakan :
- Trah dengan atau karena ikatan perkawinan dengan Trah Sri Paduka Mangkoenagoro I dan seterusnya
- Trah dengan atau karena ikatan perkawinan dengan Trah Punggawa Baku Sri Paduka Mangkoenagoro I
- Tidak memiliki hubungan trah seperti dimaksud sebelumnya namun telah berjasa terhadap HKMN Suryasumirat
Tri Dharma HKMN Suryasumirat
- Rumangsa Melu Handarbeni
- Wajib Melu Hanggondeli
- Mulat Sarira Hangrasa Wani
Lambang HKMN Suryasumirat
logo.jpg
- Lukisan / Gambar, Tulisan dan Tata Warna
- Pada lambang HKMN Suryasumirat terlukis tumbuhnya pohon teratai yang memiliki 16 (enam belas) Kubus, ditopang oleh 18 (delapan belas) helai akar. Pohon teratai dalam pertumbuhannya memiliki 40 (empat puluh) lembar daun dan bunga – bunga yang sedang mekar. Setiap bunga – bunga mempunyai 32 (tiga puluh dua) daun bunga. Warna bunga dan kudup adalah “Putih”. Warna daun adalah “Hijau Tua”. Warna akar adalah “Coklat Tua”.
- Ditengah-tengah lukisan huruf M.N. yang memancarkan 72 (tujuh puluh dua) batang cahaya yang mengarah ke seluruh penjuru angin.
- Dibawah lambang terdapat pita berlekuk 3 (tiga), yang masing – masing lekuk berisi tulisan yang merupakan “MOTTO dari HKMN Suryasumirat”. Pada pita lekuk sebelah kiri, berisi tulisan “Rumangsa Melu Handarbeni”. Pada pita lekuk sebelah tengah, berisi tulisan “Wajib Melu Hanggonedeli”. Pada pita lekuk sebelah kanan, berisi tulisan “Mulat Sarira Hangrasa Wani”. Warna Dasar Pita adalah “Putih”. Warna Tulisan adalah “Merah”. Warna Garis Pinggiran Pita adalah “Merah”.
- Warna Dasar Lambang adalah “Hijau Muda”.
- Arti dan Maknanya
- KUDUP teratai berjumlah 16 (enam belas) buah mengungkapkan bahwa Raden Mas Said baru berusia 16 tahun pada waktu beliau meninggalkan Kraton Kartosuro untuk memulai perjuangannya pada tahun 1741 (tahun Jawa:Jimawal – 1666).
- AKAR berjumlah 18 (delapan belas) mengingatkan kita, bahwa pada waktu Raden Mas Said meninggalkan Kraton Kartosuro, beliau diikuti oleh 18 (delapan belas) orang mitra setia yang dapat dipercaya dan tatak-tangguh-tanggon, serta selau berada di samping Gustinya sampai perjuangan selesai.
- DAUN BUNGA dari kudup-kudup bunga yang mekar berjumlah 32 (tiga puluh dua) melambangkan usia Raden Mas Said sewaktu dinobatkan menjadi Mangkoenagoro I, yaitu pada tahun 1757 M (Jawa : Jimakir – 1683), yang merupakan tahun berdirinya Praja Mangkunagaran pula.
- PERTUMBUHAN 40 (empat puluh) lembar daun bersamaan dengan mekarnya bunga teratai menyatakan bahwa KGPAA Mangkoenagoro I bertahta selama 40 tahun yaitu mulai tahun Jimakir 1683 sampai dengan Jimakir 1774 (Tahun Masehi 1757-1797) sementara jumlah Punggawa Baku dalam perjuangan berkembang dari 18 (delapan belas) orang menjadi 40 (empat puluh) orang.
- HURUF M.N. ditengah – tengah lukisan adalah singkatan dari Mangkoenagoro atau Mangkunagaran adalah nama Yang Jumeneng dan nama Prajanya, hasil perjuangan pangeran Samber Nyowo selama 16 (enam belas) tahun dengan dibantu oleh para Punggawa Baku dan Rakyat yang mendukungnya.
- CAHAYA BERWUJUD 72 (tujuh puluh dua) batang sinar yang menerangi serta meliputi seluruh penjuru angin Praja menjelaskan bahwa KGPAA Mangkoenagoro dikaruniai usia panjang yaitu 72 (tujuh puluh dua) tahun. Beliau mangkat pada tahun Jimakir 1772 (Masehi: 28 Desember 1797) dan meninggalkan Praja Mangkunagaran sebagai bukti kemampuan asli Indonesia. Dalam bermasyarakat dan bertahta praja secara berbudaya, yang identitasnya menjadi warisan bagi anak cucu dan kerabatnya.
- MOTTO atau SEMBOYAN HKMN Suryasumirat yang berbunyi RUMANGSA MELU HANDARBENI, WAJIB MELU HANGGONDELI, MULAT SARIRA HANGRASA WANI. Adalah merupakan pedoman, semboyan, pegangan hidup, falsafah yang dicanangkan oleh Almarhum Pangeran Samber Nyowo / M.N. I yang mempunyai arti bahwa untuk dapat mencapai serta mewujudkan cita – cita luhur kerabat diperlukan adanya persatuan dan kesatuan antara yang memimpin dan yang dipimpin (HANEBU SAK UYUN), yaitu adanya ikut Handerbeni serta ikut bertanggung jawab, berani wawas diri serta adanya tekad dan semangat sehidup semati, senasib, sepenanggungan diantara para Kerabat (Tiji Tibeh).
- Warna “Hijau” melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Warna “Kuning” melambangkan keluhuran dan kejayaan. Warna “Putih” melambangkan kesucian, kejujuran dan ketulusan.Warna “Merah” melambangkan keberanian dan ketegasan. Warna “Coklat” melambangkan keteguhan dan kemantapan.
Filed under: HKMN on December 1st, 2008
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.